Wakil Ketua Eksekutif ULMWP Tn, "Oktavianus Mote" NRFB


Jayapura,Papua , pada Senin (8/7) 2019 pukul 11.00 WPB.

NRFB-Wakil Ketua Eksekutif ULMWP Tn, "Oktavianus Mote"
Sejak 2014 Seluruh komponen telah bersatu dalam satu payung di sebut ULMWP

Beberapa tahun kita menjalani usai dari itu dukungan dari internasional semakin meningkat sehingga Seluruh faksi bersatu agar melakukan KTT ULMWP sehingga KTT ULMWP tersebut mulai sejak 23 nov 2017 dan berakhir 1 desember dimana hari lahirnya embrio bangsa papua dan TN. BENY WENDA terpilih sebagai ketua Umum ULMWP  dan OTOVIANUS MOTE sebagai wakil ketua ULMWP.
selanjutnya bendera BINTANG FAJAR berkibar secara permanen di sekertariat MSG.
Hal ini menandakan bahwa rakyat papua harus bersatu mendorong resolusi yang di lahirkan dalam KTT ULMWP di vanuatu.

Mote menambahkan, KTT-ULMWP 2017 di Vanuatu, perwakilan militer West Papua yang hadir di sana adalah Sebby Sambom (TPNPB), Jefri Pagawak (OPM), Yona Wenda (TPNPB), Yalpi Yikwa (TRWP). Mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan politik. Dalam penyampaian pandangan politik, masing-masing memperkenalkan profile militer sembari mendesak kepada ULMWP untuk diakui.

Usulan atau rekomendasi mereka kepada ULMWP adalah memfasilitasi pertemuan Militer West Papua menuju Persatuan militer.

Rekomendasi itu diputuskan oleh pimpinan ULMWP dan merekomendasikan kepada Biro Pertahanan untuk mengkoordinasikan semua markas pertahanan.

Saya selaku Wakil Ketua Eksekutif ULMWP , megayak kepada komponen pergerakan papua merdeka/organisasi yang menyuarakan penentuan nasib bangsa papua agar, bersatu mengambil alih negara republik west papua ini.

Indonesia menginvasi Papua Barat pada tahun 1962. Sejak itu, militer Indonesia meluncurkan sejumlah operasi di mana ratusan ribu penduduk asli Papua Barat terbunuh. Beberapa di antaranya adalah: • Operasi Tumpas (Menghancurkan) - 1964–68 • Operasi Wibawa (Otoritas) - 1970-74 • Operasi Kikis (Rub Out) - 1977 • Operation Sadar (Teach a Lesson) - 1979 • Operasi Sapu Bersih (Sapu Bersih) - 1981–84 Nama-nama operasi ini menggambarkan sifat dan tujuan mereka. Negara Indonesia terus membunuh orang asli Papua dan menjarah sumber dayanya. Meskipun demikian, pemerintah global dan organisasi antar pemerintah umumnya acuh tak acuh terhadap nasib orang Papua Barat. Inilah sebabnya kita semua harus berjuang di Papua Barat untuk keadilan dan penentuan nasib sendiri.

Jayapura Selasa (9/7) pukul 9:00-2019 WPB

LEGISLATIF ULMWP Tn, Edison Waromi  mengatakan" sebagai sayap militer West Papua sudah bersatu dalam satu komando sebagai Army West Papua

Kekuatan diplomasi dan sipil juga ada kekuatan yang menonjol dan masing-masing membuka diri untuk menyatakan bersatu dalam satu struktur gerakan yang di kenal dengan ULMWP pada  deklarasi "saralalana 2014 " di Port villa, Vanuatu.

Dengan pembagian tugas jelas yaitu
Kekuatan para diplomat berperan sebagai Eksekutif ULMWP yang di ketuai oleh Benny Wenda sebagai eksekutor diplomasi di bawa protokoler pemerintah Republik Vanuatu.

Dari fakta ini menunjukkan bahwa sayap diplomasi dan sipil telah bersatu karena persatuan para diplomat, sipil dan militer adalah Kekuatan kita.(Ujarnya)

Mote" menyetujui kemerdekaan itu adalah "hak yang Tuhan berikan kepada bangsa Papua," dan telah dinubuatkan oleh Injil melalui Pdt Izaac Samuel Kijne, tokoh yang pertama kali mengumpulkan sekolah zending di Wondama pada 1925, dan membawa Injil pertama kali ke Papua pada 5 Februari 1855.


SALAM PERSATUAN MENUJU PEMBEBASAN

Wakil Ketua Eksekutif ULMWP Tn, (Oktavianus Mote)


TTD: NRFB
Legislatif  ULMWP, (Edison Waromi)