KNPB Kutuk Aksi Penembakan Oleh TPN-OPM di Nduga dan Puncak Jaya

KNPB Kutuk Aksi Penembakan Oleh TPN-OPM di Nduga dan Puncak Jaya
Pimpinan KNPB pusat.
TIMIKA | Dalam satu hari kemarin (27 Juni 2018) telah terjadi dua kali penembakan yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan National-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM), peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Nduga dan Kabupaten Puncak Jaya.

Juru bicara Komiten Nasiona Papua Barat (KNPB) Basoka Logo saat mengkonfirmasi mengatakan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh TPN-OPM terhadap masyarakat sipil merupakan tindakanyang konyol, Kamis 28 Juni 2018.

“Ini tindakan yang konyol yang sudah kesekian kalinya yang dilakukan oleh TPN-OPM atas pembnuhan yang dilakukan kepada masyarakat sipil,” terangnya.

Lebih lanjut katanya bahwa apa yang dilakukan TPN-OPM sangat merugikan perjuangan Papua Merdeka, selaku juru bicara, dirinya mengngkapkan kalau KNPB sangat tidak sejalan dengan dengan pemikiran dari TPN-OPM yang berjuang di hutan.

Baca : Steven Itlay: Turis asal polandia rekan Agustinus Aud dan Yason Sambom

Seperti yang kita ketahui kemaren 27 Juni 2018 penembakan terjadi di Kabupaten Nduga tehadap satu keluarga bahkan seorang ibu yang sedang mengandung jadi korban pembantaian serta anak kecil yang mereka semua tidak punya salah, kemudian terjadi lagi penembakan di puncak jaya terhadap salah seorang tukang ojek yang baru saja mengantar warga ke distrik Ilu dan kemudian ditembak oleh TPN-OPM.

“kalau mau merdeka, saat ini bukan menggunakan senjata, TPN-OPM sudah berjuang berapa lama, dan apa hasilnya?, bahkan tindakan kekerasan TPN-OPM menjadi penghambat perjuangan Papua Merdeka di PBB,” tegasnya.

Basoka mengajak untuk sadar dalam memperjuangkan kemerdekaan papua dengan memperhatikan hak asasi manusia warga sipil, salah satu pertimbangan PBB memperhatikan papua adalah masih terjadi pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TPN-OPM, imbuhnya.

“Secara terbuka KNPB mengutuk aksi penembakan yang dilakukan oleh TPN-OPM, walau tidak sejalan lagi dalam perjuangan tapi TPN-OPM harus memperhatikan hak hidup orang lain, mereka adalah manusia bukan hewan yang bisa dibunuh kapan saja,” katanya.

Baca : Simion Alua Surabut: Patrick Wenda Lagi DPO, Maka Jangan Jadi Tukang Provkator TPNPB dan TRWP

KNPB juga mempunyai data bahwa beberapa dari kelompok TPN-OPM bukan berjuang untuk papua merdeka, ada beberapa dari pimpinan TPN-OPM yang mempunyai kepentingan sendiri untuk membuat kekacauan di Papua yang mengarah kepada materi, tutupnya.

Dalam satu hari kemarin (27 Juni 2018) telah terjadi dua kali penembakan yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan National-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM), peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Nduga dan Kabupaten Puncak Jaya.