Dituduh "penghianat", Melawan Wantik Dipukuli KNPB Hingga Babak Belur

Dituduh "penghianat", Melawan Wantik Dipukuli KNPB Hingga Babak Belur
Melawan Wantik sedang disiksa oleh sejumlah anggota KNPB di Vietnam, Jayapura
JAYAPURA | Melawan Wantik dituduh oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai "penghianat" perjuangan Papua, dan dia dipukuli oleh sejumlah penggurus KNPB hingga babak belur.

Kabar ini diketahui dalam sebuah video klip yang diunggah oleh pengurus baru Ketua I KNPB pusat, Warpo Wetipo di Youtube pada hari Rabu, 13 November 2018. Video tersebut berjudul "JUDAS PAPUA Alias PENGHIANAT, BANPOL/BIN/BAIS=" berdurasi 3 menit 5 detik (3:5).
Dalam video itu menunjukan, kedua tangan Melawan Wantik di ikat erat dibawa sebuah tiang listrik dan dia di siksa disertai dengan pukulan oleh KNPB hingga belurumuran dara.

Melawan disiksa dan dipukuli dengan tuduhan, dia merupakan salah satu anggota Badan Intelijen Negara (BIN) Indonesia yang didik dan latih untuk menjadi agen intelijen terlibat dalam gerakan Papua Merdeka.

Selain dituduh sebagai BIN Indonesia, Melawan juga dianggap sebagai anak gelandangan yang sering menghirup lem aibon, cat tiner dan kerap berpestapora dengan minuman keras (miras) serta terlibat dalam tim sukses John R. Banua di Wamena pada putaran pemilihan kepala daerah Kabupaten Jayawijaya tahun 2018.

Baca : Inilah Ringkasan Tahapan Kerja Resolusi Kongres II KNPB

Salah satu tokoh pemuda di Wamena ketika ditanyakan tentang sikap KNPB, dirinya mempertanyakan langkah-langkah yang diambil KNPB sekarang. Menurutnya, cara berjuang KNPB saat itu tidak masuk dalam akal sehat logikanya manusia.

"Sa heran, kenapa KNPB bisa seperti begini?, kerja-kerjanya sekarang sejak waktu dulu sekitar tahun 2012 (kepemimpinan Mako) atau sekitar tahun berapa itu sa agak lupa, itu sudah tidak jelas lagi. Sa bisa katakan mungkin KNPB sudah kerja sama dengan Indonesia!. Saya tegas katakan ini, karena yang ada di KNPB sekarang hanya gosip antara mereka dan baku serang dengan mereke-mereke saja, jadi disini timbul pertanyaan begitu!, kapan baru mereka lawan Indonesia? Sudah sekitar 4 ka 5 tahun e.... ini Indonesia menang di Papua," tegas Tokoh mudah ini dalam sebuah kesempatan di Wamena, Jumat (16/11/2018).

Tanggapan salah satu anggota KNPB juga mengatakan, Ia merasa kebingungan dengan perjuangan Komite Nasional Papua Barat sekarang, karena menurutnya sikap politik KNPB dan agenda yang di dorong tidak konsisten.

"Pas waktu kita demo-demo di jalan, kita berteriak besar Papua Merdeka! referendum yes! satu komando, satu tujuan dan macam-macam kita bicara berapi-api tapi yang terjadi sekarang apa? Tidak jelas to!. Misalnya kita bilang persatuan semua ULMWP tapi sekarang kita sendiri yang balik lawan-lawan ULMWP dan mau bikin ULMWP baru lagi, trus ULMWP dorong agenda referendum juga kita (KNPB) tidak dukung, ULMWP dorong persatuan juga, kita bilang satu komando tapi tidak dukung lagi, jadi sebenarnya kita berjuang apa? Tidak jelas, jadi sa juga su tidak percaya dong mo bicara apa-apa," ujar seorang anggota KNPB ini dengan wajah kesalnya.

Baca : Agustinus Aud : KNPB akan Bubarkan ULMWP

Dirinya memastikan, KNPB telah kehilangan api perjuangannya, sehingga fokus perjuangannya telah luntur secara menyeluruh dan sedang terjerumus dalam setingan kriminalisasi fungsi media dan tujuan memediasi semua kepentingan perjuangan bangsa Papua Barat.

"Indonesia sudah kuasai Papua! kita jangan bikin diri sombong dengan toki-toki (keangkuhan) dada ah saya begini, ah kami begitu! Ini kan kita tidak tau malu! Kita harus tau diri, hanya komandan Mako saja yang hebat, yang sekarang ini terlalu bikin sok tau terlalu banyak sampe kehilangan hikmat untuk melawan musuh, masa baku hantam kita-kita saja tu? ini kaco, nanti dong bilang kita tu kriminal" ujarnya sambil menggeleng-geleng kepalanya dengan raut senyum.

Sikap dan tindakan yang sangat arogansi oleh KNPB terhadap sesama pejuang Papua Merdeka ini bukan hal yang baru. Pada tanggal 30 Oktober 2017, sekretaris Parlemen Nasional West Papua (PNWP) Simion Surabut ketika Ia sedang beristerahat malam di kediamannya sekitar Buper, Jayapura, Simion pernah diculik oleh KNPB. Aksi penculikan itu dilakukan sekitar pukul 1:00 WIT malam dibawa pimpinan pengurus KNPB pusat, Yoner Waga/Uaga.

Baca : Kantor KNPB Pusat di Kampung Vietnam Telah Dipindahkan ke Sentani

Disamping penculikan, segalah arsip dokumen parlemen, hardisk eksternal maupun leptop semua diambil oleh KNPB. Dan rumah yang di huni Simion pun dirusaki, mulai dari pintu kamar bagian dalam hingga jendela sampai dengan pintu luar bagian depan dan belakang kediaman Sekretaris PNWP hingga hancur.

Setelah sekretaris PNWP ini diculik, Ia kemudian dibawa menggunakan mobil avanza ke sekretariat KNPB pusat di kampung Vietnam, Perumnas 3 Waena, Jayapura. Setibahnya di sekretariat, dia dibawa ke dalam salah satu ruangan dan kedua tangan Simion di ikat dengan menggunakan tali dan di tahan selama kurang lebih 7/8 jam, atau sejak jam 2:00 malam WIT sampai dengan jam 8:00 pagi.  Sementara tangannya di ikat, dia di interogasi oleh KNPB.

Pada hari berikutnya, Simion yang kini sedang menjabat sebagai sekretaris Parlemen West Papua ini hendak kembali ke kediamannya di Buper, KNPB pun menyusulinya dan Simion diminta untuk meninggalkan rumahnya, dan Ia tidak diperbolehkan untuk tinggal di sekitar Ekpo dan Buper / di usir. Anda dapat membaca laporan penculikan disini.

Aksi KNPB yang terkesan sangat premanisme itu menuai sorotan dengan sejumlah komentar negatif dari berbagai pihak di media sosial.

Dari ratusan komentar netizen, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut, Maximus Prime mengatakan "Kenapa pakai cara kolonial untuk selesaikan masalah rumah tangga..., Kenapa tidak panggil orang tua dari masing-masing baru bicara dalam honai...". Komentar lain juga datang dari Jhonny, "Demi Nama Allah Macko Tabuni, Alam West Papua Yoner Uaga Dikutuk. Yoner kau hrs bljar pendidikan politik!". Suardino mengatakan "KNPB bukan milik organisasi KNPB tetapi milik bangsa Papua jadi kamu jangan merusak honai yang ditata bagus, Uaga kamu harus pake etika dan profesional dalam menanggapi berita dalam media harus teliti dan kontrol diri sebagai pejuang sejati... bukan saling menyerang tapi duduk bersama menyelesaikan. Otak dangkal". Ada juga komentar lain, Thian mengatakan "Ya, Tuhan.... begini Papua bisa Merdeka k tdk......?". Yoseph mengomentari "sekretaris PNWP seharusnya dilindungi dan di jaga, kalau ada masalah dibicarakan dgn baik, Hormat". Ateng Kobak mengatakan "Tuan tuan model begini indonesia sedang tertawa tong orang papua....". Komentar lain, Erik Walela mengatakan "Sikap dalam tindakan militer Indonesia masih mending ini..!!! #parah_!!!!!". Komentar Bhili mengatakan "Tmn2 KNPB adalah dipercayakan oleh masyarakat papua untk memperjuangkan hak menentukan nasib sndri bagi bangsa papua jdi ada dgr berita sprti bgtu duduk brsma laluh cri kebenaran apakah ini bnr atau tdk bgtu kluh trjadi sprti bgni nnti org lain bisa ambl kesempatan dgn cara bgni, maaf apabila sy salah kata trimaksih". Komentar Lod mengatakan "sangt konyol", dan masih banyak komentar negatif lainnya, namun ada juga komentar pihak-pihak tertentu yang berusaha untuk menutupi penyerangan yang dilakukan KNPB tersebut dengan menyebutnya Hoax dan lainnya sabagainya.

Baca : Aktivitas KNPB Lumpuh, Kepemimpinan Victor Yeimo "Panen Darah"

Simion Surabut membenarkan apa yang terjadi pada dirinya. Ia mengatakan "Peristiwa penculikan dan penyerangan itu benar terjadi seperti yg dilaporkan dlm laporan di atas. Laporan di atas bukan sebuah propaganda yg dibuat intelijen, namun laporan ini benar sebuah peristiwa yg silaporkan. Saya adalah korban yang disebutkan dalam laporan di atas..,".

Hal ini menunjukan bahwa, sebagian besar generasi Papua yang kini sedang berjuang dalam barisan pro kemerdekaan Papua Barat belum memiliki sikap kedewasaan untuk menghadapi perjuangan bangsa yang berskala besar, sehingga di waktu-waktu tertentu muncul sikap kekanak-kanakan seperti milisi mera putih yang kerap melakukan aksi-aksi pro NKRI untuk Indonesia. Sehingga di sini perlu adanya sebuah evaluasi menyeluruh untuk menata langkah perjuangan yang sudah dicapai oleh bangsa Papua Barat sejak 1960an untuk menentukan masa depan yang pasti.

Siapa dia Melawan Wantik?

Melianus Wantik atau sapaan yang kerap dipanggil adalah Melawan Wantik. Melawan Wantik merupakan salah satu orang yang pernah terlibat secara langsung bersama Alm. Mako Tabuni, Alm. Victor Kogoya, Buchtar Tabuni serta beberapa lainnya sekitar 9 orang saat itu di salah satu sekitar Sentani, tempat digagasnya KNPB yang saat ini sedang dipimpin oleh Agus Kossay.
Melawan Wantik (istimewa)
Melawan adalah saksi mata dan anggota aktif dalam KNPB sejak adanya ide untuk gagasan dilahirkannya organisasi Komita Nasional Papua Barat hingga terlaksananya Kongres I KNPB di Kampung Harapan, Sentani pada tahun 2010.

Kini Ia dipercayakan oleh ULMWP untuk teribat dalam Komite Aksi sebagai koordinator dalam melakukan aksi-aksi mendukung agenda politik ULMWP menuju kemerdekaan Papua.

Baca lainnya :
  1. Dr. Socratez S.Yoman: "Tuhan Kutuk Orang-orang yang Melawan ULMWP"
  2. Kongres II KNPB Digelar, 1 Orang Peserta Meninggal Dunia
  3. Keluarga Almarhum Tuntut Kronologis atas Kematian Yali Wandikbo

Video oleh: Ketua 1 KNPB Baru, Warpo Wetipo. Melawan Wantik dituduh oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai "penghianat" perjuangan Papua, dan dia dipukuli oleh sejumlah penggurus KNPB hingga babak belur.