Dr. Ones Pahabol: Konflik yang Terjadi di Kabupaten Yahukimo Sebetulnya itu Ada yang Merekayasa

Dr. Ones Pahabol: Konflik yang Terjadi di  Kabupaten Yahukimo Sebetulnya itu Ada yang Merekayasa
Dr. Ones Pahabol.
YAHUKIMO | Dalam setiap ambisi kepentingan menguasai atau memonopoli kekuasaan, maka tidak jarang kita temukan sebuah fenomena-fenomena yang terkesan konflik di sosial.

Konflik yang terjadi sebetulnya bukan tanpa sebab ada, itu ada yang merekayasa atau dalang di baliknya.

Tidak jarang sebuah peristiwa rekayasa konflik atau juga dikenal dengan konspirasi politik terungkap setelah beberapa waktu berlalu, bisa sehari setelahnya, atau sebulan baru akan terungkap seperti hari ini. Saya mulai ulasan ini dengan sebuah premis yaitu dibalik kelompok atau gerakan radikal ada intelijen yang menyamar. Boleh saja premis ini dianggap tendensius. 

Pesan yang mau disampaikan kepada publik adalah bahwa negara paling bertanggung jawab terhadap maraknya intimidasi, teror dan kekerasan berbalut intoleransi karena lemahnya penegakan hukum terhadap kelompok radikal tersebut. Itulah tujuan dari tulisan ini.

Bahwa konflik horizontal sengaja diciptakan dan direkayasa sedemikian rupa untuk menciptakan persepsi atas kondisi tertentu yang diinginkan oleh kepentingan kekuasaan tertentu. Gamblangnya, ada order proyek rekayasa konflik yang dijalankan oleh inteijen dengan memanfaatkan/menunggangi kelompok-kelompok radikal.

Kompensasinya kelompok radikal mendapatkan ruang aktualisasi yang luas selama bisa dikontrol oleh intelijen supaya secara sadar maupun tidak sadar menjalankan agenda tertentu yang diinginkan oleh pemilik proyek untuk membangun Pangkalan Militer, maka mari kita jaga kabupaten Yahukimo dari perbedaan suku dan bahasa yang ada. Saling menghargai sesama masyarakat.

Baca: Pater DR. Neles Tebay: Penanganan Separatisme di Papua Diperlukan Pemikiran Jernih

Cukup kejadian kali ini. Kami pemerintah tidak ingin balas-membalas dan bunuh-membunuh. Kita cinta damai. Jika ada yang salah, itu diproses sesuai hukum yang berlaku, bukan saling membunuh,” tambahannya.