Apakah Kita Harus Buat Persatuan Lagi ?, atau Cukup dengan ULMWP dan Kita Memperkuat ULMWP?

Apakah Kita Harus Buat Persatuan Lagi ?,  atau Cukup dengan ULMWP dan Kita Memperkuat ULMWP?
Buchtar Tabuni, Dewan Komisi Legislatif West Papua.
JAYAPURA | APAKAH kita harus buat persatuan lagi ? Atau cukup ULMWP dan kita memperkuat ULMWP ?

Ancaman Perpecahan dalam ULMWP adalah ego dan ambisi.

Hal ini dapat dilihat pada saat KTT ULMWP. Didalam kepemimpinan Komite Executive ULMWP ditetapkan 3 tahun. Masa 3 tahun pertama Komite Legislatif ULMWP yang terdiri dari WPNCL, NFRPB dan PNWP telah memilih Oto Mote sebagai sekretaris jenderal ULMWP, Benny Wenda sebagai juru bicara. 3 tahun pertama tongkat kepemimpinan dipegan oleh NFRPB.

Setelah 3 tahun pertama selesai, KTT ULMWP dilaksanakan lagi untuk memilih kepemimpinan 3 tahun kedua. Perdebatanpun alot didalam Komite Legislatif ULMWP akhirnya model Sekretaris Jenderal dirubah menjadi Ketua di Komite Executive ULMWP. Benny Wenda dipercayakan untuk memimpin 3 tahun kedua. Kepemimpinan dipegan oleh PNWP.

Dalam KTT ULMWP ke II, Octo Mote masih ngotot untuk mempin 3 tahun lagi menjadi 6 tahun Nahum Manuver Otto Mote untuk memimpin kembali Komite Executive gagal. Tim lobby kemenangan Otto Mote seperti Sebby Samom, Yefry Wenda, Hengky Rumbewas, leonne Tanggahma, Yefry pagawak, Victor Yeimo, Fero Huby, Warpo Wetipo, Agus Kosay, Mekcy Yeimo, dan Rence Sore ( saat ini sebagai Sekretatis Urusan Luar Negeri pemerintah Solomon), Rence Sore adalah pihak di Solomon yang bekerja untuk mengulingkan Sogavare matan perdana menteri Solomon yang saat kuat mendukung perjuangan West Papua.

Tim kemenangan Otto ini menganggap Benny Wenda tidak mempunyai kemampuan dalam melobby.

Dan tim lobi octo Mote yg saya sebut di stas sedang lakukan kampanye di rakyat di dalam negeri untuk membubarkan ULMWP.

Yang paling lucu adalah Leonne yang berasal dari WPNCL tidak mendukung calon WPNCL justru mendukung Otto Mote. Pemilihan telah selesai dan Benny Wenda dari PNWP dipilih menjadi ketua Eksekutif ULMWP.

Sentimen ketidak sukaan ini berlanjut ke dalam negeri menjadi ancaman perpecahan ULMWP. Leonne mundur dari WPNCL dan ingin membangun kekuatan 71 dengan dahli OPM 71. Kami PNWP semasa kepemimpinan Otto Mote sangat menghargai periodenya menyukseskan kerja kerja pada periode itu.

Kepemimpinan periode ketiga atau 3 tahun depan tentu akan dipegan oleh WPNCL. Mari kita menghargai Siapapun terpilih, mari kita dukung bersama sama untuk menyukseskan agenda West Papua.

ULMWP mengenal trias politikal, legislatif, eksekutif dan judikatif. Mari kita berjalan bersama sambil amandemen pasal pasal ULMWP sesuai dengan kebutuhan kita saat ini. ULMWP sendiri terbuka untuk kelompok baru atau yang belum untuk menjadi anggota ULMWP dengan cara mengajukan permohonan keanggotaan ke Komite Legislatif ULMWP, setelah anda diterima tentu mempunyai hak yang sama dalam ULMWP baik di eksekitif, legislatif dan yudikatif.

Hal ini dapat dilihat pada saat KTT ULMWP. Didalam kepemimpinan Komite Executive ULMWP ditetapkan 3 tahun. Masa 3 tahun pertama Komite Legislatif ULMWP yang terdiri dari WPNCL, NFRPB dan PNWP telah memilih Oto Mote sebagai sekretaris jenderal ULMWP, Benny Wenda sebagai juru bicara. 3 tahun pertama tongkat kepemimpinan dipegan oleh NFRPB.