Aktivitas KNPB Lumpuh, Kepemimpinan Victor Yeimo "Panen Darah"

WAMENA | Gerakan sipil kota oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Papua telah lumpuh total setelah meninggalnya ketua satu KNPB, Alm. Mako Tabuni yang ditembak mati oleh Densus 88 di putaran taksi, prumnas III Jayapura, pada tanggal 14 Juni 2012.

Kesaksian salah satu anggota KNPB berinisial (TM) di Wamena mengatakan, dirinya sangat merindukan gerakan perjuangan Papua yang pernah dipimpin oleh Buchtar bersama Alm. Mako Tabuni di era 2008-2012.

"Waktu itu saat tuan dia (Mako) pimpin, aktifitas kota mulai dari toko ka, bengkel ka, warung makan ka, mobil motor... pokonya semua di Jayapura tu lumpuh habis!. Nanti yang dari arah Sentani lari... ke Jayapura kota, trus yang di sekitar Kota Raja dengan Abe sampe ke Arso sana mereka turun dengan truk-truk yang dong pake sendiri," ujar TM saat berbincang bersama Cepos, Jumaat (19/10/2018) dekat Sinakma.

Baca: Bayang-bayang Kehancuran, AN: KNPB Bukan Milik Victor Yeimo, Warpo Wetipo, Fero Hubby dkk!

Massa aksi yang dipimpin oleh Mako sangat bersejarah dan akan dikenang sepanjang masa. Menurut (TM), seperti yang pernah terjadi saat Mako memimpin KNPB sulit untuk dipulihkan.

"KNPB sekarang sudah mati total dua tahun ini. Sebelumnya tu pas tahun 2015 dengan 2016 tu sempat dibangkitkan oleh kaka tuan Agus, sekjen (Ones Suhuniap) dengan juru bicara (Bazoka Logo) dong kas turun sampe pas waktu 3 Mei (3 Mei 2016) tu di mako birmob 2000 lebih dapat tahan tu," ujar (TM) sambil menggeleng-geleng kepala.

Ketika ditanya mengenai kondisi KNPB kini, (TM) tidak banyak berkata. Dalam perbincangan itu, dirinya terlihat sangat "menyesal" dan mengatakan, KNPB dibawa kepemimpinan sekarang Victor Yeimo, tidak lagi melakukan aktivitas perjuangan di kota seperti demo yang pernah dilakukan KNPB dulu, tetapi yang sekarang anggota dan pengurus KNPB banyak yang jatuh korban.

"ahhh.. kalo mau bicara tentang KNPB yang sekarang ini, sudah tidak ada roh lagi seperti yang dulu!. Kalo dulu tu boleh, sa su bilang tadi to... roh KNPB tu ada di Kaka Mako dan kemarin-kemarin itu. Jadi sekarang roh itu ada di mana?, kita harus cari!. Kepemimpinan KNPB sekarang Victor ini kita korban banyak, padahal kita (KNPB) tidak bikin apa-apa," tegas (TM) dengan sikap marah.

Dia tegaskan, status KNPB sekarang sudah tidak jelas lagi.

"Kita ini (KNPB) sebenarnya kita media, jadi semua masukan dari organisasi perjuangan itu kita harus suarakan seperti dulu lagi!, jangan KNPB ini hanya kepentingan pribadi pengurus pusat, trus KNPB nya yang media tu korban, ini kita harus lihat baik sesuai dengan fakta yang ada, jangan kita hanya ikut-ikut saja!," ujar (TM).

Menurut (TM), Kongres II KNPB sekarang hanya kehendak beberapa orang pengurus pusat KNPB. Jika mereka hendak melakukan kongres, harus koordinasikan kepada semua pihak yang pernah terlibat ketika KNPB digagas dan dibentuk pertama kali.

Baca: Kongres II KNPB Digelar, 1 Orang Peserta Meninggal Dunia

Ia menyatakan, kita dapat menilai terkait menjelang kegiatan kongres II KNPB bertempat di Sarmi, salah satu pengurus dari delegasi KNPB Sorong Raya atas nama Yali Gombo/Wandikbo telah menjadi korban secara misterius.

"Satu dua orang pu pikiran tidak bisa main paksa di KNPB, itu bikin KNPB tambah rusak dan hancur saja, saya pernah dengar nama-nama yang dulu bentuk KNPB tu sekarang mereka dimana?. KNPB sekarang ini kita kasihan skali, ini sebenarnya ada yang bermain, karena roh KNPB tu su tidak ada lagi. Kawan Yali tu kasihan, ado... dia meninggal juga tidak jelas dan itu tiba-tiba, dan anehnya lagi pas kongres saat mau kongres. Tentang kematian Yali ini, KNPB dong juga macam sedang menutupi, tidak ada keterangan jelas juga, jadi ini sebenarnya ada apa dan siapa yang bermain?," ujar (TM) dengan sikap Marah.

Ia menambahkan, KNPB sedang dibayang-bayangi kehancuran, ini sibabkan karena sikap pemimpin organisasi yang tidak jelas, akhirnya organisasinya pun tidak jelas, ini sesungguhnya mengahancurkan agenda gerakan Papua Merdeka.

"Mungkin kalo Kongres KNPB nanti kita putuskan kita menjadi independen, ini akan lebih rusak lagi. Kita ni ada dibawa parlemen dan ULMWP jadi kita harus dukung agenda sesuai dengan tujuan KNPB. Roh perjuangan su tidak ada baru kita lagi salah jalan... ini kita sudah tambah hancur dan kita akan selalu korban terus, padahal kita tidak bikin apa-apa, percuma saja tidak ada hasil apa-apa di internasional sana," kata (TM) dengan sikap seriusnya.

Baca: Agustinus Aud : KNPB akan Bubarkan ULMWP

KNPB sebenarnya ada sembunyikan apa? Lankah pengurus KNPB ada dimana?, TM mengatakan jika KNPB seperti yang sekarang tidak jelas ini terus, maka kita sudah kehilangan arah dan korban sia-sia.

KNPB di Papua telah lumpuh total setelah meninggalnya ketua satu KNPB, Alm. Mako Tabuni yang ditembak mati oleh Densus 88 di putaran taksi, prumnas III Jayapura, pada tanggal 14 Juni 2012.