Steven Itlay: Turis asal polandia rekan Agustinus Aud dan Yason Sambom

Steven Itlay: Turis asal polandia rekan Agustinus Aud dan Yason Sambom
Steven Itlay (Foto Dok KNPB PRD Timika). 
TIMIKA | Tanggal 18 September 2018, pengurus Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Steven Itlay membenarkan melalui sambungan telepon seluler kapada Cenderasih Pos terkait pengeledekan kantor KNPB di Timika yang berawal dari pengakuan turis asal Polandia, Jakub Fabian kepada Polda Papua akhirnya pengisiran terjadi.

Pada bulan Mei lalu, turis asal Polandia itu bersama dengan Agustinus Aud selaku Ketua KNPB Sorong dan Yasaon Sambom dari milter TPN-BP mendatangi kantor KNPB Timika dan akan berangkat bersama Jakub menuju ke Jayapura.

"Mereka bertujuan mengurus Pasport untuk transaki ke Papua New Gunea", ujar Ketua KNPB Timika Steven Itlay melalui pagi tadi (18/9/2018).

"Turis asal Polandia, Jakub Fabian punya hubungan baik dengan KNPB. Jakub merupakan rekanya Agustinus Aud Ketua KNPB Sorong dan Yason Sambom selaku Itelijen TPN-PB", kata Steven.

Selanjutnya, di Timika Anggota gabungan TNI dan Polri telah menggeledah markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Jalan Sosial, Timika, Papua, Sabtu (15/9/2018).

Penggeledahan diketahui terkait pengembangan dari temuan 153 peluru yang dibawa seorang pelajar berinisial RW.

Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 06.00 WIT. Dalam penggeledahan, 8 orang berinisal TG, HW, HE, PN, EH, NA, JK dan YW turut diamankan.

Selain itu, aparat juga mengamankan barang bukti senjata api rakitan, amunisi kaliber 5,56 sebanyak 104 butir, amunisi revolver 11 butir, amunisi 7,62 sebanyak 1 butir, bom molotov 7 botol, dokumen dan bendera bintang kejora.

Saat dilakukan penggeledahan, dua orang ditembak karena berupaya kabur.

Sebelumnya diberitakan, RW (20) diamankan pihak kepolisian lantaran kedapatan membawa 153 peluru, saat berada di Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua, Senin (10/9/2018).

Baca: Markas KNPB Timika di gledah, Ratusan Amunisi dan Senjata Api Disita Aparat

Pengungkapan berawal ketika RW hendak berangkat ke Kabupaten Yahukimo melewati Bandara Mozes Kilangin, Timika. Saat tas ransel yang dibawa RW melewati X-Ray, petugas curiga karena terlihat dari monitor benda menyerupai peluru.

Petugas sempat menanyakan kepada RW, namun RW diam saja sambil mengambil tas ransel miliknya dan bergegas ke konter check-in salah satu maskapai.

Petugas bandara kemudian melaporkan kepada pimpinan AVSEC. Selanjutnya bersama petugas keamanan bandara tas milik RW diperiksa kembali melalui x-ray.

Setelah memastikan benda tersebut peluru, tas milik RW kemudian digeledah. Saat digeledah ditemukan bungkusan plastik yang di dalamnya berisi 153 peluru.

Baca: Kedapatan Membawa Amunisi, Anggota KNPB Diamankan Petugas Bandara Timika

Petugas keamanan bandara dan Paskhas TNI AU serta pihak kepolisian kemudian mengamankan RW ke Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin.

"Selanjutnya, RW dibawa ke Polres Mimika untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Mustofa Kamal, Senin (10/9/2018).

Menurut dia, selain ditemukan ratusan peluru untuk jenis senjata laras panjang, juga didapati uang tunai sebesar Rp110 juta dari dalam tas RW.