Polairut Polda Gagalkan Transfer 40 Ton BBM Dua Kapal Tangker

Polairut Polda Gagalkan Transfer 40 Ton BBM Dua Kapal Tangker
KM Kartanegara merupakan salah satu kapal yang diamankan Dit Polair Polda Papua karena kedapatan melakukan transfer BBM illegal di perairan Jayapura Kota, tepatnya di depan Kampung Kayo Pulo, Jumat (31/8) kemarin. (FOTO : Gratianus Silas/Cepos)
JAYAPURA | Dua Kapal Tanker di perairan Jayapura berhasil ditangkap dan diamankan Tim Lidik dari Subditgakkum Dit Polair Polda Papua, pukul 21.14 malam, Rabu (27/8), lantaran diduga melanggar Undang-Undang Migas di Perairan Jayapura Kota.

Peristiwa pengangkapan ini berawal sekiranya pukul 15.30 WIT, di mana anggota Direktorat Polair Polda Papua mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terdapat Kapal Tangker, yakni KM Kairos II dan Kapal SPOB, KM Kartanegara, yang akan melakukan pengisian BBM (Bahan Bakar Minyak) secara illegal, yang mana tidak sesuai dengan fakturnya.

Menyikapi laporan warga masyarakat ini, di pukul 19.30 WIT malam, Tim Lidik Subditgakkum Dit Polair Polda Papua yang dipimpin langsung Direktur Polair bertolak di sekitar perairan Kota Jayapura, tepatnya di depan Kampung Kayo Pulo.

Setelah melakukan pengintaian pukul 21.14 WIT, tim memutuskan untuk melakukan pemeriksaan terhadap dua kapal tersebut, yang mana ditemukan bahwa kedua kapal tersebut sedang melakukan pengisian BBM secara illegal. Selanjutnya, para awak dari kedua Kapal beserta dokumen diamankan dan dibawa ke Kantor Dit Polair Polda Papua.

“ Kapal ini kedapatan lego jangkar 2 mil dari Pulau Kosong. Terdapat dua kapal, KM Kartanegara ini dan satunya lagi, yang mana kedapatan tengah melakukan kegiatan transfer BBM. Kalau tidak tertangkap personel Polair Polda Papua, ABK Kartanegara ini akan melakukan transfer BBM sebanyak kurang lebih 40 Ton,” ungkap Dir Polair Polda Papua, Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto, kepada awak media, Jumat (31/8) kemarin.

Diketahui bahwa KM Kartanegara ini sendiri merupakan kapal yang di-carter Pertamina, di mana perbuatan ini dilakukan oknum ABK, yang telah diperiksa dan diinvestigasi Dit Polair Polda Papua. Ini murni perbuata yang dilakukan LK, sebagai Nahkoda, S, sebagai Mualim I, dan K, yang merupakan KKM.

“Untuk kapal yang menerima (KM Kairos II), kita tetapkan Nahkodanya, berinisial AR, sebagai tersangka. Demikian, dari hasil sementara ini, baru 4 orang yang kita tetapkan sebagai tersangka,” tambahnya.

Dari penangkapan yang dilakukan, barang bukti yang diamankan antara lain, Kapal SPOB Kartanegara, Kapal KM. Kairos II, Bundel Dokumen KM. Kairos II, pompa Alkon, yang digunakan untuk memompa BBM, gulungan selang 2 inci dengan panjang total 50 meter, 14 ton BBM jenis Solar KM. SPOB Kartanegara, dan dua handphone.

“Langkah-langkah kepolisian yang diambil, yakni menerima laporan, melakukan penyelidikan, mengamankan para awak dan dokumen kedua Kapal tersebut, serta pula melakukan pemeriksaan terhadap para saksi,” jelasnya.

Tidak ketinggalan juga membuat laporan polisi, melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina Jayapura, melakukan pemeriksaan terhadap saksi Ahli Migas dari BPH Migas Jakarta, berkoordiansi dengan Kejaksaan Tinggi Papua. Demikian, sementara kasus ini telah di tangani oleh Subditgakkum Dit Polair Polda Papua.

“Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 53 huruf (d) Jo Pasal 23 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana, yang berbunyi, setiap orang yang melakukan niaga Bahan Bakar Minyak tanpa izin usaha niaga, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 Tahun dan denda paling tinggi Rp 30 miliar,” pungkasnya.