Pencuri Di Balik Batik Cendrawasi Papua

(Melani Trump megenangkan gaun batik milik orang papua)

Gaun batik papua terjual dengan harga
1 juta dolar berapa rupiah adalah – Dari data yang tercatat pada tanggal 18 April 2018, 1 USD = 13,768.52 Rupiah. Jadi, 1 juta USD sama dengan 13,768,037,210.09 Rupiah.

Hampir setiap daerah di papua memiliki batik dengan ciri khasnya masing-masing. Tak terkecuali daerah Papua yang merupakan provinsi paling timur di Indonesia.

Beda dengan batik dari daerah lain, batik Papua banyak didominasi motif-motif burung cendrawasih dan rumah hanoi. Tidak ketinggalan juga motif dengan gambar alat musik khas Papua, Tifa dan binatang seperti kadal dan buaya.

Motif Burung Cenderawasih
Motif batik Papua umumnya yang sangat terkenal adalah motif burung cenderawasih, yang merupakan figur orang papua yang sudah terkenal. Dengan motif burung cenderawasih dipadukan dengan motif natural akan sangat terlihat cantik dan elegan dan sangat bagus dikenakan baik untuk acara formal maupun informal. Nah berikut ini adalah beberapa macam motif batik Cenderawasih khas Papua.

Belum Terhitung AS Amerika Serikat MencuriEmas Papua Amerika Serikat kini bisa tersenyum dengan dijadikannya Indonesia sebagai boneka AS. Tambang emas besar di Papua Barat, menjadi harta karun di abad XX. Perusahaan besar PT Freeport itu lah yang mengendalikan boneka Amerika Serikat di Indonesia. PT Freeport tidak luput dari kasus pelanggaran HAM akan penduduk Papua. Seperti, para buruh yang didiskriminasi oleh Freeport dan demi melancarkan penambangan, mereka mengusir penduduk asli, dan menembak setiap penduduk yang berusaha mengganggu kawasan penambangan. Mereka tega mengusir penduduk asli yang tidak tahu menahu akan wilayah yang kaya akan emas itu. Penduduk asli dibodohi dengan ketertinggalan mereka. Pada nyatanya PT Freeport hanya membuat bangsa Papua menderita. Kekerasan dan tindakan pelanggaran HAM  yang dilakukan oleh Freeport telah menyakiti hati rakyat papua, Freeport telah mengadu domba antara aparat keamanan dengan rakyat maupun buruh-buruh yang kritis di Freeport. Pemerintah pusat harusnya tegas dalam politik adu domba ini. Kita sudah 350 tahun dijajah Belanda sekarang kita di dijajah  lagi oleh Freeport. Seharusnya hak asasi rakyat Papua dilindungi. Jangan karena uang Freeport, aparat keamanan menjadi musuh rakyat. Jadi, biang kerok masalah di Papua itu adalah Freeport yang dikendalikan terus oleh Amerika Serikat, dengan uang Freeport itu tercipta konflik di Papua. Rakyat Papua tidak pernah sejahtera meski sumber daya alam dikeruk terus-menerus. Hadirnya elit-elit partai yang mengeruk keuntungan karena elit-elit itu menjadi komisaris di Freeport. Pihak-pihak asing yang berusaha mempermainkan konflik supaya mereka bisa dengan aman mengeruk kekayaan Papua. Kemudian gerakan Separatis yang kita nilai ini juga dibiayai oleh asing supaya Papua merdeka, sehingga pihak asing bisa sesuka hatinya mengeruk kekayaan Papua. Keuntungan PT Freeport Indonesia yang mencapai 70 trilitun rupiah pertahun. Besarnya hasil yang diperoleh PT Freeport Indonesia tidak sebanding dengan besarnya kesejahteraan yang diberikan PT Freeport kepada karyawan dan masyarakat Papua selain meminta peningkatan kesejahteraan, para pekerja juga meminta kepada perusahaan meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan transportasi.

Ketidakadilan dan kekerasan terhadap rakyat tidak akan berhenti kecuali tambang emas di Gasberg belum habis. Tidak akan adanya hak selama PT Freeport masih ada di bumi Papua. Pelanggaran HAM masih akan ada dan berlanjut sampai kapanpun. Kecuali  tambang kaya emas itu diberikan sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia, biarkan  bangsa Indonesia yang mengelola SDA di bumi Papua. Khususnya kepada rakya Papua, yang selama ini tidak diberikan kedudukan yang berarti di penambangan emas itu.